Buka Training Of Trainer Pendamping Desa dan Tim Pelaksana Bunda Puspa, Gresik Fokus Pemberdayaan Perempuan dan Pendidikan Anak.

GRESIK || Dalam mewujudkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Gresik terutama perwujudan misi ke-2 dari 9 prioritas tematik atau Nawa Karsa yang menjadi nafas pembangunan menuju Gresik Baru yaitu Gresik Seger (Pengentasan kemiskinan inklusif, didukung program partisipatif dan bersasaran) berupa Gresik Bunda Puspa (Bantuan untuk pemberdayaan perempuan usaha dan pendidikan anak) dan juga berorientasi pada implementasi pembangunan berkelanjutan yang berpusat pada rakyat yang inklusif dan mengedepankan partisipasi rakyat, pertumbuhan ekonomi yang berpihak kepada masyarakat miskin dan pengarusutamaan gender.

Di dampingi Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Saifudin Ghozali Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman membuka kegiatan Training of Trainer (TOT) pendamping Desa dan tim pelaksana Bunda Puspa (Bantuan Untuk Pemberdayaan Perempuan Usaha dan Pendidikan Anak) Kabupaten Gresik tahun 2022 di Hotel Aston Inn GKB, Kamis (28/7/2022).

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman dalam arahannya mengatakan, Program Bunda Puspa adalah upaya peningkatan kualitas keluarga melalui pemberdayaan perempuan untuk mencapai keluarga sejahtera dan kesetaraan gender serta terlaksananya pemenuhan hak anak,” Terangnya.

Penanggulangan Kemiskinan yang secara khusus di dasarkan adanya peningkatan populasi perempuan yang hidup dibawah garis kemiskinan serta semakin tumbuh dan akutnya kondisi kemiskinan yang terjadi pada rumah tangga perempuan. Fenomena yang sering dikenal sebagai Feminimasi Kemiskinan,” Ujarnya.

“Program ini juga didesain khusus untuk mengoptimalkan dan mengefektifkan program penanggulangan Kemiskinan bagi rumah tangga miskin dengan kepala rumah tangga perempuan (KRTP) sebagai sasaran utama,” Ungkapnya.

Tujuan program Bunda Puspa diharapkan meningkatkan pendapatan penerima manfaat, meningkatkan ketahanan keluarga penerima manfaat pada aspek psikologi dan sosial melalui kesetaraan gender dan pemenuhan hak anak, mendorong motivasi berusaha dan kemampuan keluarga penerima manfaat dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya, mewujudkan mekanisme kerjasama antar perangkat daerah, lembaga masyarakat dan dunia usaha (termasuk CSR) untuk mendukung pemberdayaan perempuan secara komprehensif dan berkesinambungan, termasuk dalam sektor ekonomi,” Beber Sekda.

“Dengan sinergi dan Kolaborasi antar sektor saya menaruh harapan besar dalam program Bunda Puspa, yang nantinya akan menjadi salah satu program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Gresik,” Imbuhnya.

“Saya optimis hari ini merupakan langkah besar yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan sesuai yang diharapkan oleh tujuan pembangunan berkelanjutan,” Tandasnya.

Sementara Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik Saifudin Ghozali dalam laporannya menyampaikan, Dalam pelaksanaan program Bunda Puspa pada tahun ini akan dilaksanakan di 16 kecamatan yang masih terfokus pada satu desa di setiap Kecamatan. Maka dari itu setiap Kecamatan akan ada 2 fasilitator/pendamping desa yang nantinya bertugas melakukan pendampingan dan fasilitasi pembelajaran kelompok perempuan akar rumput sesuai dengan materi yang akan ditetapkan, mengumpulkan dan melakukan entry data terkait pelaksanaan Bunda Puspa oleh sebab itu dalam kegiatan ini diharapkan para pendamping Desa bisa memahami lebih dalam untuk pelaksanaan dilapangan nanti,” Pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan S. Hariyanto, Kepala Dinas Sosial Umi Khoiroh, Tenaga ahli Bupati Fais Abdala, Ketua Formagam Djoko Pratomo, Perwakilan Muslimat dan Fatayat, serta Pendamping Desa dan Tim Pelaksana Bunda Puspa Kabupaten Gresik.